Bagi Saya Memasak Itu…

DSC_2812.jpg

Saya lahir dari ibu yang jago masak, mulai dari masakan rumahan, masakan restoran, sampe kue-kuean. Ya, tentunya sebagaimana yang diturunkan mami (*red. panggilan untuk nenek) pada ibu saya. Mungkin itu alasan kenapa saya –walaupun tidak jago masak– tapi suka sekali masak. Saya pribadi selalu masak dengan gaya suka-suka. Asal ada bumbu serta rempah utama, let’s go kita masak. Saya sering bilang, masak itu seni berimprovisasi dengan bahan yang tersedia di dapur.

WhatsApp Image 2017-11-09 at 14.50.33.jpeg

Setelah menikah intensitas memasak semakin sering. Alasannya sederhana, ada teman untuk diajak bareng ke pasar untuk berbelanja dan ada request masakan tertentu yang membuat saya semakin senang berimprovisasi. Istri saya bukan wanita yang jago masak, syukurnya ia bisa menanak nasi dengan tingkat kepulenan yang sempurna dan mampu menyiapkan menu darurat di saat kami lapar tengah malam (mie goreng instan dan telur dadar yang digoreng dengan butter). Di sisi lain, istri saya juga tidak pernah mengeluh dengan masakan yang saya buat. Dia bilang lidahnya murahan, jadi apa saja yang dikasih juga akan terasa enak. Well, beda banget dengan lidah saya yang suka pilih-pilih dan kritik-kritik sajian di atas piring. *tapi gak sering kok. Hahaha…

 WhatsApp Image 2017-07-30 at 20.19.22.jpeg

Intensitas memasak yang semakin sering membuat saya harus melengkapi pula kebutuhan di dapur. Itu kenapa, di saat awal-awal berumah tangga, jika kebanyakan orang memenuhi kebutuhan di ruang tamu (seperti TV, furnitur, dan lain sebagainya) saya dan istri justru memilih untuk mengunjungi tempat penjualan kebutuhan dapur. Saya memilih secara hati-hati setiap kitchen tools yang akan saya beli, mulai dari kemudahan digunakan, kenyamanan saat dipegang, bentuk yang sesuai kebutuhan, sampai warna yang sesuai dari satu alat dengan alat yang lainnya. Perihal merk, kualitas dan harga, tentunya saya sesuaikan dengan saldo di kartu debit saya, sehingga tidak kualahan saat digesek di kasir.

WhatsApp Image 2017-10-06 at 12.41.09.jpeg

Kegemaran saya mengumpulkan peralatan dapur membuat saya harus merogoh kocek beberapa rupiah di tiga bulan pertama pernikahan. Peralatan dapur yang saya rasa kurang, saya catat untuk bisa dilengkapi pada bulan berikutnya. Dan beberapa waktu lalu, tanpa sepengetahuan istri saya, saya memesan knife set dari sebuah situs belanja online. Saya tahu, istri saya tidak akan komplain, karena pisau set ini memang sudah saya impi-impikan sejak dua tahun silam. Di saat memang sudah waktunya, eh si merk yang diincar malah sedang diskon 30%. So, tunggu apa lagi. Grab it fast, lah!

WhatsApp Image 2017-11-09 at 14.50.33 (1).jpeg

Keberadaan pisau set tersebut di dapur kami memang sangat membantu beberapa aktivitas memasak. Istri saya sudah tidak lagi mendengar keluhan saya perihal bahan masakan yang hasil potongannya tidak rapi dikarenakan pisau yang kurang tajam dan tidak sesuai kebutuhan. Ditambah lagi saya yang semakin menikmati proses potong memotong setiap kali memasak. Dan bonusnya, tangan saya juga sempat ikut tersayat pisau yang tajam itu. *ini dia namanya senjata makan tuan

 DSC_9917.jpg

Perihal masakan, saya sendiri senang mengolah bahan makanan laut, seperti ikan, cumi-cumi, udang, kerang, dan bahan lainnya. Mengolah jenis-jenis makhluk laut itu memberi tantangan tersendiri buat saya. di samping itu, sesederhana apapun mengolahnya, semua makhluk itu selalu bisa menghasilkan rasa yang sedap dan gizi yang tinggi. Perihal bumbu yang saya gunakan tentunya tidak jauh berbeda dengan yang diturunkan oleh ibu saya. Tapi soal rasa jangan dibandingkan dengan hasil buatan ibu saya, paling mentok saya hanya bisa mencapai 65% dari kesempuranaan masakan ibu saya, walaupun jenis bumbu dan cara mengolah saya duplikasi 100% dari ibu saya.

Mie Aceh.jpg

Ya, itu cerita saya seputar masak memasak. Walaupun sering ada yang bilang “resepnya rahasia keluarga, ya?” sebenarnya tidak begitu juga. Saya sering berbagi resep dan teknik memasak pada siapapun yang bertanya. Kecuali satu, jangan minta saya untuk menuliskan resep sebuah masakan dari A sampai Z, karena saya malas sekali menulisnya. Dan jangan pula meminta resep Mie Aceh pada saya, karena saya sendiri belum pernah mencoba membuatnya. Selain itu, resep Mie Aceh juga salah satu top secret bagi sebagian besar pedagang Mie Aceh, tentunya saya tidak bisa dengan sembarang memberikan resep Mie Aceh yang ada di kantong saya tanpa seizin si Bapak yang pernah memberikannya kepada saya. Tapi bagi kamu yang mau dibuatkan Mie Aceh, saya akan dengan senang hati membuatkannya, tentunya dengan menggunakan bumbu siap olah yang bisa saya peroleh langsung dari penjual Mie Aceh kenalan saya. *Halo, kak. Mau beli bumbu untuk 20 orang. Di go-send-in aja ya. Hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s