Nulis Ya Nulis Aja!

StockSnap_NBIKGCFO08.jpg

Kalau saja blog ini bentuknya seperti ruangan, mungkin penampakannya gak akan seperti rumah atau kantor yang terlihat seperti ada kehidupan di dalamnya, melainkan seperti gudang penyimpanan barang bekas. Mungkin itu ibarat yang tepat untuk disandangkan bagi saya pribadi yang menulis di blog paling banyak sebulan sekali. Di bilang sibuk sih ya gak terlalu, malah cenderung banyak waktu luangnya. Tapi blog ini malah penampakannya seperti gudang yang hanya sesekali diisi dan ditata, sesekali pula dikunjungi dan dinyalakan lampu, yang mana saat dinyalakan lampu beberapa sudutnya terlihat sarang laba-laba yang entah sudah berapa lama bergelantungan.

Tiap membaca sesuatu, kepala saya selalu dipenuhi ide-ide berantakan yang rasanya sesak kalau tidak disalurkan dengan menulis.

Nyatanya menulis memang butuh niat. Jika pertanyaannya apakah setiap orang bisa menulis? Jawabannya tentu semua orang bisa menulis. Jangankan kids jaman now, yang udah jago banget nulis caption Instagram sebijak motivator, emak-emak jaman baheulak aja jago nulis, walaupun satu buku isinya penuh dengan resep kue lebaran doang. Tapi ya pada intinya setiap orang bisa nulis. Saya sendiri suka menulis karena memang disandingkan dengan suka membaca. Tiap membaca sesuatu, kepala saya selalu dipenuhi ide-ide berantakan yang rasanya sesak kalau tidak disalurkan dengan menulis. Begitu juga saat saya membaca raut wajah istri di awal bulan, raut wajah antara ingin ditawari belanja atau ingin dikasih kartu ATM untuk digesek di salon, saat membaca hal demikian pun saya ingin menulis. *ampun Tuan Putri

SAM_1397.JPG

Bicara tentang menulis, sebenarnya saya sudah menulis sejak di bangku SMA. Beberapa kali saya membuat cerpen yang salah satunya sempat dijadikan salah satu sumber materi dalam pelatihan menulis di Balai Bahasa Banda Aceh. Selebihnya, banyak tulisan lainnya yang sebagian besarnya adalah puisi-puisi –hobi saya yang masih betah digeluti sampai sekarang– yang berakhir dengan hangus hilang begitu saja dan entah kemana. Perihal menulis di blog sendiri, saya baru memulainya saat saya lulus SMA, tahun 2008 silam, yang mana tulisan-tulisan di dalamnya adalah kumpulan kealayan kids jaman yesterday. *jangan dibuka, saya sendiri eneg bacanya

 

Setelah bertahun-tahun berhenti nge-blog, akhirnya saya mulai lagi menulis di blog. Gak ada tema khusus yang saya tulis, sebagian besar yang saya tulis tentang apa yang sedang saya senangi dan pelajari. Ya bisanya memang cuma demikian, karena sesuai dengan apa yang saya bilang tadi, saya menulis setelah membaca sesuatu, baik itu tulisan atau keadaan. Namun demikian, saya selalu menyampaikan paling tidak satu dua pesan moral dari setiap tulisan yang saya buat, tujuannya agar pembaca gak cuma sekedar membaca tulisan saya –yang bisa jadi cukup membosankan–  tetapi juga memperoleh beberapa insight berarti di dalamnya.

Bagi saya sendiri menulis adalah “menyembuhkan”.

Nah, menulis sendiri punya banyak arti buat orang-orang. Ada yang bilang menulis adalah “nyawa”, ada yang bilang menulis adalah “hiburan”, dan ada juga yang bilang menulis adalah “meditasi”, seperti kata mbak Anggia Bonyta yang juga salah seorang blogger. Bagi saya sendiri menulis adalah “menyembuhkan”. Kenapa menyembuhkan? Apa ada yang sakit? Tidak, tidak selalu ada yang sakit. Menyembuhkan di sini saya maknai sebagai obat dari segala situasi. Saat saya sedang bosan, menulis dapat menyembuhkan kebosanan itu. Saat saya sedang putus asa, menulis dapat menjadi penyembuh yang menumbuhkan semangat. Atau bahkan saat saya sedang bahagia, menulis dapat menyembuhkan saya dari rasa euforia menjadi rasa syukur terhadap nikmat Tuhan. So, menulis selalu menjadi penyembuh buat saya.

 

Buat kamu yang tidak suka menulis atau memang sulit untuk menulis, ada baiknya coba menulis. Tidak usahlah tinggi-tinggi berkhayal jadi penulis terkenal, paling tidak bisa untuk membunuh waktu saja dari pada sekedar main game dan scroll laman eksplor Instagram. Ya, entah-entah nanti dari sekedar coba-coba, kamu malah jadi gemar menulis dan jadi penulis terkenal. Amin. Hehehe…

 

Ngomong-ngomong, buat yang pada suka menulis, apa sih arti menulis buat kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s