PERPISAHAN

Apa makna perpisahan bagimu? Bukankah sederhananya hanya sekedar saling meninggalkan. Adakah yang menyukai perpisahan sebagaimana pertemuan? Seperti halnya dalam hidup ada mati, dalam susah ada senang, dalam sakit ada sehat, dalam siang ada malam, begitu pula ada perpisahan dalam pertemuan. Perpisahan sering kali tak terduga waktu dan tempatnya. Ada yang merasa siap menghadapi perpisahan, ada pula yang merasa begitu tak siap karena perpisahan datang dengan begitu tiba-tiba.

Aku pernah mendiskusikan dengan diri sendiri tentang makna perpisahan. Hasilnya adalah “ternyata perpisahan ada untuk kita menyukuri sebuah pertemuan dan lebih menghargai kebersamaan”. Banyak orang membuat cerita tebal-tebal dengan kisah yang dimulai dengan pertemuan dan diakhiri dengan perpisahan, atau sebaliknya. Adapula para pujangga yang membuat syair panjang-panjang untuk menjelaskan tentang keberuntungannya akan sebuah pertemuan. Ya, pada dasarnya perpisahan memang erat sekali dengan pertemuan.

Satu perpisahan akan membuka pintu baru menuju pertemuan-pertemuan berikutnya.

Suatu kali saya pernah bertemu dengan sebuah keluarga berkebangsaan Amerika di sebuah kabupaten kecil di Indonesia. Awalnya hanya pertemuan biasa dan singkat. Berlanjut dengan saling bertanya kabar dan sesekali bertemu. Sampai akhirnya saya dekat dengan keluarga mereka termasuk dua anak laki-lakinya yang berusia sekitar tiga dan lima tahun, yang menurut saya mereka adalah anak-anak yang hebat dan mengagumkan. Dan pernah pula suatu kali saya diundang untuk memasak masakan andalan saya di kediaman mereka. Saya sangat senang saat itu, bukan karena diizinkan ‘berkawin” sementara dengan peralatan dapur mereka yang canggih-canggih, tapi lebih karena bisa melihat lebih dekat keluarga mereka yang hangat dan sangat menyenangkan.

  

Namun begitulah hakikatnya pertemuan, bersamanya telah menyertai perpisahan. Tak disangka-sangka, beberapa waktu setelah pertemuan terakhir itu perpisahan tiba-tiba menunggu di depan pintu. Mereka harus kembali ke negara asalnya untuk urusan visa. Dan setelah itu kami tidak lagi bisa bertemu. Rasanya sedih harus berpisah dengan keluarga itu, apalagi membayangkan serunya bermain dengan dua jagoan kecil mereka.

Sejalan dengan itu, pembelajaran berharga saya dapatkan, bahwa perpisahan bukanlah sesuatu yang harus dihindari dan ditangisi. Ya, kita tak seharusnya menangisi perpisahan, namun sebaliknya, syukurilah pertemuan yang pernah terjadi. Dan percayalah, satu perpisahan akan membuka pintu baru menuju pertemuan-pertemuan berikutnya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s